Kampoeng Boenga Grangsil terus berbenah, seolah tanpa lelah warga Dusun Grangsil secara terus menerus melakukan pembenahan. Kehadiran Mahasiswa KKN kelompok 8 Universitas Merdeka Malang seolah menjadi energi tambahan untuk mewujudkan Asa Dusun Grangsil. KKN Tematik Kelompok 8 ini memang dikhususkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan Kampoeng Boenga dari berbagai aspek sesuai prioritas permasalahan  yang dihadapi. Pembangunan Gate Utama Kampoeng Boenga merupakan prioritas utama sebagai penanda (landmark) Kampoeng Boenga Grangsil dan berfungsi sebagai “gerbang” dan spot swafoto yang menarik. Konsep alami dengan memanfaatkan material lokal (bambu dan Kayu) diharapkan akan mampu mewujudkan keberagaman dan kesatuan yang memperkaya spot swafoto bagi pengunjung.

Kebersamaan warga dengan mahasiswa KKN Kelompok 8 ini menjadi nilai tambah tersendiri dalam pengkayaan konsep pembangunan yang partisipatif (community based development). Konsep ini menjadi nilai tambah dari sisi proses mewujudkan Kampoeng Wisata Boenga, yang berkelanjutan dan bukan proses instant. Rancangan gate merupakan hasil proses “komunikasi” dan kesepakatan baik dari sisi pemilihan bahan maupun penentuan lokasi dan posisi Gate melalui proses negosiasi yang cair. Bagaimana mewujudkan “Idealisme” disain dengan memanfaatkan potensi alamiah yang ada dalam keterbatasan sumberdaya, kata gotongroyong sangat mewakili konsep implementasi disain gate ini (RW).